Pengalaman di MEC

MEC adalah porogram pendidikan dan pelatihan siap kerja untuk anak lulusan MA/SAM/SMK atau sederajat, yang bertujuan untuk memberikan keteranpilan khusus, guna untuk mencetak tenaga ahli dibidangnya, entrepreneurshpi yang memiliki karakter pribadi muslim yang amanah, jujur, profesional, dan membangun manajemen waktu yang baik.

Kegiatan yang padat, peraturang yang ketat adalah sebuah tantangan baru karna harus pintar-pintar mengatur waktu dan bertanggung jawab dengan tugas yang diberikan.

Perjalanan Menuju MEC

Hasil gambar untuk tulisan arah jalan surabaya

Pertama kalinya aku merantau dengan jarak sangat jauh menurutku. Kota besar yang terkenal dengan kota pahlawan Srabaya, aku yang tidak tau apa-apa, mempunyai rasa taukut ketika naik Bus tanpa ada teman, jika aku tidak memikirkan keadaan keluargaku maka aku tidak akan melanjutkan ke Surabaya.

Aku berangkat bukan dari rumah melainkan dari yayasan Ponorogo, aku diantar oleh temanku untuk berangkat ke terminal Ponorogo, dengan membawa barangku yang begitu banyak kira-kira tiga tas besar.

Sesampainya di terminal Ponorogo aku mulai dicarikan Bus jalur Surabaya, setelah mendapatkan Bus aku menangis lantaran aku tidak berani untuk pergi sendiri apalagi ke kotab besar seperti Surabaya. Aku dipaksa temanku untuk naik Bus, temanku sungguh baik dia baru pulang setelah BUs nya berangkat.

Aku terheran setelah mausuk didalamnya, banyak orang, tempatnya lebih luas. Terasa badanku gemetar waktu itu karna rata-rata penumpangnya laki-laki yang masih muda,  karena aku seperti orang kebingungan sampai akhirnya aku di sapa oleh seorang laki-laki paruh baya yang menawarkan untuk duduk disebelahnya.

taklama datanglah teman seperjuangan yang baru aku kenal, aku merasa lebih tenang setidaknya ada teman yang diikuti. Dan ternyata setelah lama berbincang-bincang beliau mengenali keluargaku dan desaku, setelah mendengar kabar tersebut aku merasa lebih tenang karena Allah telah menjagaku dengan caraNya.

Tibalah di Penghujung Jalan

Hasil gambar untuk gambar jambangan no 70 mec

Kini tibalah di terminal Bungurasih Surabaya, yang mana lebih besar dari terminal yang pernah aku lihat sebelumnya dan yang mana banyak keramaian. Yang membuatku terheran-heran, karena baru kali ini aku melihat suasana kota baru selain di Ponorogo.

Membawa barang bawaan yang banyak, temanku berjalan begiti cepat sehingga aku merasa kewalahan mengikutinya, karena hanya dia teman sejalur perjuangan, mungkin itu sebagai tanda bahwa aku harus lebih bersabar lagi, karena perjuangan yang sesungguhnya belum dimulai.

Aku hanya mengikuti kemanapun dia pergi, dan tibalah dia berhenti di sebelah pangkalan ojek, entah apa yang ditunggu, tapi yang jelas aku hanya mengikuti alurnya saja. Aku rasa bahwah dia menunggu pihak MEC untuk menjemput kami.

Tibalah ada seorang laki-laki paruh baya yang menghampiri kami dan menyapa temanku dengan akrab seperi orang yang sebelumnya pernah ketemu, beliau baik sudah mau membantu barang-barangku untuk dibawa kedalam mobil.

Terjadi kejanggalan ketika di jalan, kok bapak-bapak itu gak tau arah jalan ke MEC, aku pun mulai curuga siapa sebenarnya bapak itu, kok dengan seenaknya aku numpang tanpa berterimakasih, malah menimbulkan kerepotan pada bapak itu.

Mungkin bapak itu adalah salah satu dari keluarga temanku, kalau gak kakaknya berarti saudaranya atau pamannya, itu masih mungkin, tapi sampai saat ini masih kefikiran, merasa bersalah.

Tibalah di Tujuan Utama

Hasil gambar untuk gambar MEC surabaya

Tibalah di mana aku harus mengukir hidupku dan ketentuan masa depanku yang akan datang, dimana aku harus hidup lebih mandiri lagi, dan mencari jati diri yang sesungguhnya, karena disini di ajarkan hidup mandiri, begitulah yang aku ketahui waktu itu.

Pertama kali aku masuk di gedung hijau itu aku salah masuk, aku terus menerus mengetuk pintu warna hiju yang ternyata itu adalah kamar ustad, untung ustadnya tidak ada. Dan pada akhirnya karena lama gak dibukak aku memberanikan diri untuk masuk kedalam, dan langsung diarahkan oleh mbk-mbknya.

Saat itu masih ada beberapa santri saja, karena aku berangkat lebih awal. Ceritanya aku berangkat dengan teman-teman dari Madiun dan Ngawi, tapi ternyata dia berangkatnya di undur karna ada kepentingan, ada aku sudah terlanjur berangkat.

Mengenal MEC (MOPD)

Hasil gambar untuk gambar MEC surabaya

Dimana kami dipertemukan jadi satu disitu untuk saling mengenal satu sama lain. Teman-temannya pun dari berbagai penjuru kota bahkan ada yang dari luar Jawa, sehingga harus menumbuhkan rasa toleransi dengan teman.

Selain untuk mempertemukan kami, MOPD sebagai perkenalan tentang MEC, apa tujuannya disini, bagaimana prosesnya dan apa saja yang harus dipelajari, jika nanti lulus apa yang didapat.

 Akademik MEC

Hasil gambar untuk gambar MEC surabaya

Akademik yang ada di Surabya ada 6 jurusa, diantaranya adalah Kuliner, Akutansi, DG, TKJ, Manajemen zakat, Otomotif. Aku mengambil jurusan Kuliner.

Mengambil jurusan kuliner bukan kesengajaan, karna waktu pemilihan jurusan aku mengambil jurusan Manajemen zakat dan pilihan ke 2 aku mengambil jurusan TKJ, dan ternyata itu khusus untuk ihwan. Jadi harus memilih jurusan yang lain.

Karna sebuah kebingungan akhirnya aku ditanya oleh pengujinya, pertanyaanya simpel. Bisa masak nasi?, aku jawab bisa karna memang di yayasan ada jadwal piket masak dan yang dimasak bukan hanya nasi tapi masak sayur juga, akhirnya dengan jawaban itu aku disuruh untuk mengambil kuliner.

Allah memang adil dan yang paling tau dengan yang dibutuhkan hambanya bukan yang diinginkan hambanya, aku yakin bahwa jurusan ini yang baik untuk saya lakukan, di jurusan kuliner kegiatannya sudah bisa ditebak. Masak adalah kegiatan yang sering di lakukan serta ada praktiknya.

Lebih hebatnya, walau akau tidak sehebat pelajarannya, dijurusan kuliner ada banyak yang dipelajari selain pelajaran kuliner diantaranya adalah, MO (Marketing Online), Desan, Akutansi. Jadi selain mempelajari tetang masak memasak kami juga sedikit mengincipi pelajaran dari jurusan lain.

Bekal  Dunia dan Akhirat

Gambar terkait

Selain dibekali materi akademik, di MEC juga diberi materi agama mengenai tentang jual beli yang baik menurut islam, memperbaiki sholat dan wudhu, etika dll, selain itu ada materi asrama mengenai hafalan alma’surot dan juz 30.

Denagn harapan jika sudah keluar dari MEC, menjadi pemuda berjiwa entrepreneur yang bertakwa, bernyali dan kreatif, maka harus di bekali dengan 2 ilmu, ilmu dunia dan akhirat.

Selain materi agama, akademik, ada kegiatan yang tak kalah menarik yaitu Entrepreneur yang dilakukan setiap hari sabtu atau ahad, dengan jualn berbagai jenis krupuk, sari kedelai dll, yang dikelilingkan kesekitar daerah Surabaya dengan berjalan kali.

Meski begitu kegiatan ini tidak kami rasa sebagai beban, melainkan sebagai hiburan meskipun setelahnya kami merasa lelah, tapi tidak ada kata istirahat setelah jualan, sesampainya di asrama sholat dzuhur dan melanjutkan kegiatan ekstra.

Kegiatan yang menarik lagi disetiap hari sabtu atau ahad adalah masak bersama, karna ketika tidak keliling jualan, kami disediakan bahan mentah diolah  untuk persiapan makan siang.

Dengan begitu disana kami mendapatkan ilmu menguasai materi dibidangnya, keberanian, dan mempunyai akhlak yang baik karna sudah dibekali imu agama.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *