Pertamakali Terjun ke Dunia Kerja

Bekerja adalal suatu kegiatan atau usaha yang disengaja untuk mencapai sebuah tujuan, apalagi setelah lulus pendidikan, maka pekerjaan sangat dibutuhkan untuk mencetak ilmu yang didapat menjadi nyata. Bekerja adalah sebuah amanah yang harus dipikul dan diselesaikan dengan tuntas, menurut fersiku bekerja sebagai ilmu prakti.

Dalam islam bekerja juga sangat dianjurkan untuk mencapai suatu kebaikan dan kemanfaatan untuk diri sendiri dan orang lain, jika melakukan pekerjaan dengan baik maka hasilnya akan baik dan efeknya juga besar, bisa menolong oranglain yang membutuhkan.

Allah menciptakan berbagai sumber daya alam dan kenikmatan yang berlimpah. Dan bekerja adalah suatu kewajiban serta untuk memanfaatkan sumberdaya alam yang telah Allah berikan, serta sebagai niyat untuk beribadah kepada-Nya.

Kehidudupan yang Berbeda Ketika Bekerja

Gambar terkait

Jika sudah menuntaskan pendidikan, langkah yang aku ambil adalah bekerja sebagai sumber untuk hidup. Ketika sudah bekerja berarti harus pandai mengatur diri sendiri terlebih dalam mengatur waktu dan perilaku yang sudah diterapkan di pondok.

Hidup yang berbeda, maksudnya adalah selama ini aku selalu hidup ditempat yang mana bayak aturan, sehingga yang aku lakukan atas dasar perintah dan peraturan, akantetapi lama kelamaan perintah dan aturan sudah menjadi biasa dan bahkan menjadi suatu keharusan bagiku.

ketika sudah mulai meninggalkan tempat semacam itu akan muncul rasa rindu tersendiri bagiku, dan mulailah hidup yang sesungguhnya, dimana diriku yang sebenarnya akan napak jelas, karena tidak ada yang lebih sayang untuk mengingatkan yang baik-baik.

Hidup ditempat yang berbeda bisa keluar kapanpun, dimanapun, mau sholat atau tidak, mau ngaji atau tidak,itu sudah menjadi urusan individu, jadi apa yang sudah diterapkan di pondok maka kerjakan, serta bawalah iman dimanapun berada, iman tidak boleh ditinggal, ”khusus aku dan teman-teman pada umumnya”.

Perlu Untuk Beradaptasi

Wajah Babi, Bunga Merah Muda, Kelopak, Adaptasi, Garam

“Kenapa perlu adaptasi?”, karena di kos juga punya tetangga, jadi harus punya rasa saling menghargai dan toleransi serta berbaur dalam hal kebaikan kepada tetangga, jika memperlakukan orang dengan baik maka orang memperlakukan kita dengan baik pula, begitu juga sebaliknya.

Kos adalah salah satu tempat tinggal yang sangat terkenal khususnya bagi mereka yang merantau, baik itu orang kerja, pelajar, atau mahasisiwa. Aku termasuk salah satu yang didalamnya, dan ini adalah pertama kalainya aku kos jadi perlu adaptasi, dan untuk tempat tinggal selama bekerja.

Di kos suasananya sangat berbeda, lebih bebas, dan setelah aku amati mereka yang sudah keluar dari pondok juga lebih suka keluar, begadang main hp, jika tidak ada kegiatan tidur sepanjang waktu, yang lebih menyedihkan adalah lupa akan kewajiban-kewajiban sebagi muslim.

Mengawali Hal Baru! Bekerja

Magic chef ready to cook a new dish

Aku bekerja sesuai dengan jurusanku di MEC yaitu jurusan kuliner, aku bekerja di salah satu tempat kuliner yang sangat terkenal di sekolah, yakni kantin sekolah, aku menjaga salah satu dari 11 stand yang ada di kantin.

Aku menjaga stand kebab yang didalamnya terdapat banyak menu diantaranya adalah jual kebab, burger, roti bakar, mariyam, nasi, sosi dan aneka minuman dingin, awalnaya aku ragu “bisa gak aku membuat kebab dan teman-temannya”

Aku orangnya mudah panik, sedangkan penjual yang aku hadapi adalah anak kecil yang sukanya membuat orang panik, sehingga kerjaku tidak maksimal, untungnya pemiliknya masih memberi toleransi karena aku masih baru dan perlu belajar.

Dengan kejadian tersebut aku berarti perlu kerja cepat dan fokus, karena yang aku jual adalah jajanan yang harus dibuat dan dibakar secara mendadak, tidak bisa priper, tapi kalu kebab masih bisa priper.

Sepeda Teman Kerjaku

Sepeda, Lama, Olahraga, Sepeda Motor, Sepeda Tua, Kuda

Sepeda adalah teman setiaku yang selalu mengantarkan aku kesuatu tujuan yang aku inginkan dan karena sepeda, aku juga bisa lebih cepat sampai ketempat kerjaku, dan dia juga sudah mengurangi rasa lelahku, meskipun jarak yang kami tempuh lumayan jauh.

Perjalanan yang aku tempuh dari kos ke tempat kerjaku kira-kira 25 menit, terkadang aku mengayuh dengan cepat dan terkadang juga aku mengayuh dengan bersantai jika berangkatku pagi, dikatakan pagi jika aku berangkat dari kos jam 6, karena biasanya aku berangkat jam setengah 7 atau jam 6 lebih 15.

Terkadang sepedaku sering saikit, mungkin karena lelah setiap hari mengantarkanku untuk bekerja dan belajar, jika sepedaku rusak aku mualai bingung dan segera memeriksanya ke dokter ahli bedah sepeda, biasanya paling sering bocor bagian ban belakang.

Ketika aku ingin jalan-jalan karena jenuh di kos dan main kerumah Bu Amin, ibu penjual krupuk yang diambil oleh anak-anak MEC, serta kerumah ibu sayur dan ibu tukang jahit. Sepeda lah yang dengan cepat mengantarkanku waktu itu.

“Kenapa kok gak pakek motor saja?”, karena uang yang aku dapat belum mencukupi untuk membeli barang itu, dan aku juga sudah niat bahwa uang yang aku dapat di tabung dan dibelikan laptop untuk persyaratan sekolah di Sintesa, meski gak tau keterima atau tidan dan entah jadi masuk atau tudak hehehe.

Kerja Keras atau Kerja Cerdas

Panen Garam, Vietnam, Air, Garam, Pekerjaan

Kerja keras dan kerja cerdas ada hubungannya dan keduanya sama-sama dibutuhkan, jika memilih kerja keras berarti harus membuat pilihan cerdas, karena tidak mungkin hanya mengandalkan kerja keras, tanpa mengandalkan kerja cerdas.

Hal ini belum sepenuhnya saya lakukan dengan baik, bahkan tergolong belum melakukannya, tapi dalam bekerja juga harus memikirkan cara bagaimana agar pekerjaan yang kita lakukan berjalan dengan baik dan sesuai dengan target lebih cepat.

Tapi memang benar bekerja keras dengan bekerja cerdas harus bergandengan, jika kerja keras untuk meningkatkan diri dan keahliyan yang mengarah kepada kesuksesan.

Dan jika kerja cerdas dapat menyelesaikan lebih banyak hal dalam waktu sedikit, kerja cerdas juga memungkinkan untuk mendapatkan uang lebih banyak.

Dibalik Lelah Harus ada Lillah

Tempat Tidur, Purnama, Padang Rumput, Lapangan

Bekerja itu ternyata tidak mudah dan tidak sulit, tapi tergantung yang menjalani, jika menikmati pekerjaan tersebut dan meniatkan semata-mata untuk beribadah kepada Allah Insyaallah akan mudah. Bekerja akan terasa lebih nyaman dan senaang.

Memang bekerja itu membuat tenaga, fikiran dan waktu terkuras, lelah itu juga sudah pasiti, tapi kembali lagi niatkan dengan baik entah dengan tujuan meringankan beban orang lain, dan yang lebih pentingnya agar kita lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada orangtua.

“Lalu apa itu lillah?”. Lillah adalah  segala perbuatan dan tingkahlaku dan dalam kondisi apapun yang harus di arahkan kepada bentuk pengabdian atau beribadah kepada Allah, dan niyat yang baik.

Jadi lillah dan lelah, jika kita hanya mengeluh tanpa bersyukur, bahwa pekerjaan yang kita lakukan adalah suatu ibadah maka akan sia-sia, hanya akan mendapatkan badan yang capek, jadi maksudnya dalam bekerja harus ada niat dalam hati bahwa bekerja adalah suatu keharusan bagi kita.

Tujuannya lillah dalam bekerja adalah, agar ketika kita bekerja dan dalam kondisi apapun harus ikhlas tanpa pamrih, sabar, dan diserahkan kepada Allah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *