Gambar wayang dan tulisan wayang arjuna

Kisah Haru Wayang Arjuna : Biografi, Tokoh, Gambar | Lengkap!

Wayang Arjuna –  Wayang kulit Arjuna mungkin tidak ada lagi di telinga kita, dan di masyarakat tercinta ini Indonesia. Salah satu tokoh pandowo ini tokoh tokoh laki-laki sejati bagi masarakat Jawa.

Nah, untuk mengetahui semua tentang wayang Arjuna, mudahdicari.com menyediakan profil dan biografi wayang Arjuna, yang lengkap dari kehidupan pribadi, keluarga, kepribadian, pusaka, dan anak-anak wayang Arjuna sampai peperangan Bharatayudha.

Jika ingin, tahu mengenai kisah wayang selain wayang Arjuna, Anda bisa belajar tentang,  kisah aneh dibalik wayang semar.

Wayang Kulit Arjuna

Gambar wayang arjuna
Oleh: Sobgrafiti.blogspot.com

Wayang arjuna yaiku seorang tokoh protagonis, dalam sebuah cerita wayang Mahabrata. Arjuna terkenal dari salah satu pandowo yang paling menarik atau menarik dan lemah lembut.

Telah diriwayatkan Arjuna merupakan anak dari:

  • Dewi kunti seorang putri Prabu Surasena, yaitu seorang raja Wangsa Yadawa di Mandura.
  • Prabu Pandudewanata, yaitu seorang raja di Hastinapura

Arjuna juga memiliki empat saudara yang dikenal dengan Pandawa dari satu ibu dan saudara yang berbeda ibu:

  • Saudara lain ibu adalah putra pnadu dengan Dewi Madrim (Nakula dan Sadewa)
  • Saudara se ibu adalah Puntadewa atau Yudistira dan Bima atau Warkudara

Nama – Nama Wayang ArjunaNama

Didalam bahasa sansekerta, kata “arjuna” memiliki arti “bersih” “mendukung terang” “putih”. Jadi nama “arjuna” dapat diartikan sebagai “jujur ​​dalam pikiran maupun wajah”.

Wayang arjuna juga memiliki banyak nama dan julukan, mendukung adalah:

  • Arjuna jenaka (memiliki banyak istri)
  • Arjuna pemadi (tampan)
  • Arjuna parta (pahlawan perang)
  • Arjuna kumbang ali-ali
  • Arjuna dananjaya
  • Arjuna pandusiwi
  • Arjuna ciptaning mintaraga (pendeta suci)
  • Arjuna indratanaya (putra bathra indra)
  • Arjuna palguna
  • Arjuna jahnawi (gesit trengginas)
  • Arjuna margana (suka menolong)
  • Arjuna danasmara (perayu ulung)

Mengenal, Istri dan Anak Arjuna

Gambar arjuno dan keluarga atau anak dan berbicara
Oleh: Sumbercenil.com

Tokoh wayang arjuna dalam bahasa jawa memiliki banyak anak dan istri. Arjuna memiliki 15 orang istri dan juga 14 anak, baik perempuan juga laki-laki.

  • Dewi subadara = dengan anak (Raden Abimanyu)
  • Dewi larasati = dengan anak (Bratalaras dan Raden Sumitra)
  • Dewi Jimambang = (Kumaladewa dan kumalasakti)
  • Dewi ulupi atau palupi = dengan putra (Bambang Irwan)
  • Dewi dresanala = dengan anak (Raden Wisanggeni)
  • Dewi ratri = dengan putra (bambang wijanarka)
  • Dewi manuhara = dengan anak bernama (Endang Pragiwa dan Endang Pregiwati)
  • Dewi Wilutama = dengan putra bernama (Bambang Wilugangga)
  • Dewi Supraba = dengan putra (Raden Praba Kusuma)
  • Dewi Juwiataningrat = Memiliki anak (Bambang Sumbada)
  • Dewi Atakawulan = Mempunyai anak (Bambang Antakadewa)
  • Dewi maheswara
  • Dewi Retno Kasimpar
  • Dewi Sri Kandi
  • Dewi Dyahsarimaya

Pusaka Arjuna

Gambar pusaka pewayangan
Oleh: Dewisundari.com

Saat Arjuna jadi raja di Khayangan Kaindran, memiliki gelar Prabu Karitin, Arjuna memperoleh anugerah yang terdiri dari pasukan-pasukan sakti dari para dewa, antaralain:

  • Panah Ardadali = Dari Bathara Kuwera
  • Gendewa = Dari Bathra Indra
  • Panah Cundamanik = dari Bathara Narada

Selain itu, pasukan sakti di atas, Arjuna juga memiliki pasukan sakti lainnya, yaitu:

  • Kuda Cipta Wilaha dengan Cambuk kyai Pamuk
  • Terompet Dewanata
  • Cupu yang mengandung minyak jayengkaton (Pemberian dari Bawang Wilawuk, dari pertapaan pringcendani)
  • Keris Kyai Sarotama, Keris Kyai Baruna
  • Panah Sangkali (dari Resi Durna)
  • Keris Pulanggeni (diberikan pada abimanyu)
  • Panah Candranila, Sirsha
  • Keris kyai Kalanadah

Nah, Ajian yang didapat adalah, sebagai berikut:

  • Panglimunan
  • Sepiangin
  • Tunggengmaya
  • Mayabumi
  • Asmaragama
  • Pengasih

Arjuna juga memiliki baju yang melambangkan kebesaran, yaiku

  • (Kampuh) atau akain Limarsawo, ikat
  • Gelung minangkara
  • Ikat pinggang limarkatanggi
  • Kalung Candrakanta
  • Cincin mustika ampel (yang dahulunya milik Prabu Ekalaya, yaitu raja negara paranggelung)

Kepribadian Arjuna

Gambar arjuna kepribadian arjuna
Oleh: devaarcana.blogspot.com

Arjuna adalah seorang yang gemar berguru menuntut ilmu, bertapa, dan berkelana. Arjuna berguru dengan  Resi Drono  di  Padepokan Sukalima  dan berguru dengan  Resi Padmanaba berasal dari P ertapaan Untarayana.

Dan hebatnya Arjuna pernah menjadi brahmana di Goa Mintaraga sehingga mendapatkan gelar Bagawan Ciptaning. Arjuna juga memperoleh amanah dari para dewa untuk memusnahkan Prabu Niwatakawaca, yaitu raja raksasa yang berasal dari negara manimantaka.

Atas segala layanan yang telah membantu, akhirnya Arjuna dinobatkan sebagai raja di Khayangan Dewa Indra, dan memiliki gelar Prabu Kartini, selain itu Arjuna juga mendapatkan anugrah pusaka-pusaka sakti dari para dewa.

Meskipun Arjuna bertubuh ramping dan berparas rupawan mendapat dara dan memiliki hati yang lembut. Arjuna, merupakan petarung yang sangat andal tanpa tandingan di medan pertarungan.

Dia juga seorang kasatria yang setia dengan keuangan, namun mampu memaksakan dirinya sendiri untuk mengalahkan saudara tirinya. Jadai, menurut generasi orang tua, Arjuna adalah perwujudan laki-laki seutuhnya.

Sifat atau Watak Wayang Arjuna

Selain kepribadian yang dimiliki wayang kulit arjuna. Dia juga memiliki watak atau sifat:

  • Pandai
  • Cerdik
  • Sopan-santun
  • Bijaksana
  • Pendiam
  • Serat suka melindungi yang lemah

Selain itu, Arjuna juga menjadi pemimpin Kadipaten madukara, di Wilayah Amarta. Kemudian arjuna menjadi raja di Negara Bana Keling, digunakan Kerajaan Jayadrata setelah perang Bharatayudha.

Pada akhir ceritanya, Arjuna berbicara tentang dia mati sempurna (makosa) dengan saudaranya di gunung Himalaya.

Wayang Arjuna di Nusantara (Indonesia)

Di Negara kita Indonesia wayang kulit arjuna sudah terkenal sejak zaman dahulu kala, dirilis di daerah Jawa, Madura, Bli, dan Lombok.

Di daerah Jawa dan Bali wayang kulit arjuna diambil tokoh utama dalam beberapa kakawin, misalnya seperti:

  • Kakawin parthayajna
  • Kakawin arjunawiwaha
  • Dan kakawin parthayana (yang juga dikenal dengan nama  kakawin subhadrawiwaha)

Selain itu, ternyata tokoh wayang arjuna ditemukan dalam relif candi di pulau jawa, misalnya Candi Surowono. Arjuna merupakan salah satu yang terkenal di dunia pewayangan, dalam budaya jawa baru.

Cerita Wayang Arjuna dan Sejarah-nya

Gambar arjuna, sejarah wayang arjuna
Oleh: Amazon.com

Kelahiran Arjuna

Didalam sebuah kisah mahabrata, diceritakan bahwasannya Raja Hastinapura yang brnama pandu, tidak bisa lagi dijelaskan, karena dikutuk pandu yang dikutuk oleh seorang resi.

Kemudian, kunti menerima istri dari Resi Durwarsa yaiku memiliki kekuatan yang dapat diterima dewa-dewa, seduai yang dia inginkan. Dan juga bisa mendapatkan anak dari dewa tersebut.

Kemudian kedua suami istri tersebut (pandu dan kunti) memanfaatkannya untuk memanggil Dewa Yama (Dharmaraja: yamadipati), dewa indra (Sakra), dan dewa Bayu (Marut), yang pada saat itu sedang membantu mereka memberikan bantuan.

Sebagai mereka diberikan 3 pemimpin, dan Arjuna merupakan putra ketiga, yang lahir dari Dewa Indra, (pemimpin para dewa)

Indahnya, Masa Muda dan Pendidikan Arjuna

Arjuna tinggal bersama Begawan Drona , bersama saudara-saudaranya yang lain (para pandawa dan kurawa) sampai ia dewasa. Arjuna sejak kecil kepiawaiannya dalam ilmu memanah sudah mulai nampak. Arjuna mendapat gelar “maharathi” dan “kesatria terkemuka”.

Ada cerita, dulu kala guru Arjuna yang bernama “Dorna” mengatur burung kayu di pohon, kemudian menyuruh para muridnya untuk membidik burung tersebut, apa saja yang sudah mereka lihat.

Sebagian besar dari muridnya menjawab, bahwasannya mereka melihat ranting, pohon, cabang, dan segala sesuatu yang dekat dengan burung, atau bahkan burung itu sendiri.

Kemudian, pada saat beralih Arjuna yang membidik “Guru Drona” meminta hal yang sama kepada Arjuna, kemudian Arjuna hanya memintanya agar hanya melihat burung dan tidak melihat mencari benda yang lain. Hal tersebut, membuat Guru Drona terkagum bawa Arjuna sudah pandari.

Ada cerita lagi, pada suatu hari, Guru drona, mandi di sungai Gangga. Kemudian datanglah, buaya yang sedang mengampiri Guru Drona, dan menggigitnya. Sebenarnya Drona bisa menyelamatkan diri, namun karena ingin mengalahkan murid-muridnya, akhirnya Drona berteriak meminta tolong.

Semua murid-muridnya tidak ada yang berani, kecuali Arjuna. Hanya Arjuna lah yang mampu datang untuk menyelamatkan Guru Drona. Arjuna menggunakan panahnya untuk membunuh buaya yang sudah menggigit gurunya tersebut.

Drona memberikan hadiah atas pengabdian Arjuna, yaitu sebuah sastra yang  bernama “brahmasirsa” . Arjuna juga menarik gurunya tentang cara menarik dan menarik astra tersebut.Dalam diskusi Brahmasirsa dan Mahabharata , hanya dapat membahas untuk:

  • Raksasa
  • Setan jahat
  • Dewa
  • Makhluksakti yang melakukan kejahatan. (Hal ini agar tidak membahayakan).

Pusaka Arjuna

Gambar arjuna dan pasukannya
Oleh: Wallpapercave.com

Dari hasil pertapaannya, Arjuna mendapat senjata berbentuk panah pasupati yang digunakan untuk mengalahkan karna dalam perang Bharatayuddha. Dan merupakan senjata pamungkas yang merupakan anugrah para dewata.

Busurnya memanggil Gandiwa , memberikan Dari Dewa Baruna, kompilasi akan dipindahkan hutan kandawa. Arjuna juga memiliki kerang terompet (sangkala) yang bernama “dewadatta” yang berarti “Dewa Anugrah”.

Arjuna dengan Drupadi

Pada suatu hari Raja Drupda, yang berasal dari kerajaan Panchala, mengadakan sayembara untuk mendapatkan putrinya “drupadi”. Sebuah ikan di taruh di atas balairung, yang di bawahnya merupakan kolam yang memantulkan bayangan ikan tersebut.

Kemudian, yang berhak mendapatkan Drupadi adalah yang bisa membidik ikan tersebut, hanya dengan milihat pantulannya dikolam. Namun, jumlah kasatria tidak ada yang berhasil. Kemudian kompilasi “Karna” yang hadir dia berhasil memanah ikan dengan baik.

akan tetapi, Karna ditolak dengan alasan dari kasta rendah, dan Arjuna bersama dengan pandawa hadir menyaksikan sayembara tersebut, dengan menyamar menjadi Brahmana. Arjuna berhasil membidik ikan tersebut hanya dengan melihat pantulan bayangannya dikolam. Dan pada akhirnya Arjuna berhak mendapatkan “Drupadi”.

Kemudian para pandawa membawakan dripadi kerumah mereka berkata pada mama “, ibu tidak akan mempercayai apa yang telah kami bawa!”. Kunti, ibu para pandawa ini tidak memperhatikan apa yang mereka bawa, jawab “Bagilah dengan rata apa yang sudah kamu dapatkan”.

Sesuai izin berkata, itu akhirnya bersepakat untuk membagi Dropadi sebagai istri mereka. Dan mereka para pandawa, bersepakat untuk tidak melepaskan Drupadi kompilasi sedang melepaskan dengan salahsatu dari pandawa tersebut.

Karena ulah mereka, akhirnya mereka membayar dengan pembayaran yang cukup selama 1 tahun.

Arjuna dalam Masa Pembuangan

Gambar arjuna
OLEH; tamilandvedas.com

Para pandowo dan drupadi mengasingkan diri ke dalam hutan, karena Yudistira kalah dalam permainan dadu. Hal ini, digunakan Arjuna untuk bertapa demi mendapatkan kesaktian, untuk melawan para sepupunya yang jahat.Kemudian arjuna memutuskan untuk bertapa di gunung Indrakila.

Di dalam pertapaannya Arjuna diundang oleh 7 bidadari, pemimpinnya adalah Supraba. Dengan keteguhan kemenangan, mampu mengalahkan berbagai godaan dari bidadari tersebut. Karena gagal, para bidadari kembali ke kayangan, dan melaporkan kegagalannya kepada  “Dewa Indra”.

Karena, telah mendengarkan laporan dari para bidadari, Dewa Indra pun turun, dan menyamar menjadi pendeta. Kemudian bertanya kepada Arjuna, alasan dia melakukan pertapaan di indrakila ini.

Kemudian Arjuna menjawab, dia bertapa karena ingin memperoleh kekuatan, dan untuk memulihkan rakyat, menaklukkan para musuhnya, dan melanjutkan kepada para kurawa yang selalu memperburuk pandawa. Setelah mendengar cerita dari Arjuna, dia menampakkan wujud asli yang dimulai, dan kemudian Dewa Indra menganugrahkan Arjuna sebagai senjata sakti.

Bertapa Menghadap Siwa!

Setelah mendapatkan senjata sakti, arjuna menguatkan kembali pertapaannya dihadapan siwa. Siwa karena terkesan dengan pertapaan arjuna, kemudian dikirim babi dengan ukuran besar, yang menyeruduk gunung Indrakila hingga bergetar, sehingga membuat Arjuna bangun dari tapanya.

Karena Arjuna mendapati babi yang sedang dipindahkan tapanya, Arjuna melepaskan anak panahnya, dan menendang babi tersebut. Dengan waktu yang bersamaan, siwa datang menyamar menjadi pemburu, dan ikut melepaskan anak panah ke Arah babi hutan, yang sudah dipanah oleh Arjuna. Karena kekuatan sang dewa, kedua panah yang tertancap di dalam tubuh babi itu, menyatu.

Akhirnya pertengkaran hebat terjadi antara Siwa dan Arjuna yang menyamar jadi pemburu. Berhasil membunuh babi siluman ini, namun hanya satu panah saja yang mancap. Menganggap Arjuna berfikir tentang pemburu, telah merebut yang diterima oleh Arjuna.

Pada saat Arjuna menunjukkan serangannya ke pemburu, tiba-tiba pemburu tersebut menghilang dan berubah wujud menjadi Siwa. Kemudian Arjuna langsung meminta maaf, karena harus berusaha melakukan tantangannya. Namun, sebaliknya, Siwa tidak menentang Arjuna, sebaliknya sebaliknya kagum atas keberaniannya, kemudian Siwa memberi anugrah panah sakti yang bernama “Pasupati”.

Setelah Arjuna menerima anugrah tersebut, dia dijemput oleh penghuni kayangan untuk nenuju ke kediaman Indra. Di sana dia menghabiskan beberapa tahun, sampai Arjuna pun bertemu dengan bidadari Urwasi. Arjuna di Kutuk Urwasi menjadi wandu, karena tidak mau menikahinya.

Namun, kutukan ini digunakan oleh Arjuna. Kompilasi pandowo. Karena, sesuai dengan perjanjian yang sah, Arjuna harus hidup dengan penyamarannya selama satutahun.

Awalnya Perang – Wayang Arjuna

Gambar wayang arjuna perang
By: Elstoecat.com

Akhirnya, setelah melewati masa diterbitkan selama tigabelas tahun (13) para pandowo ingin mendapatkan kembali kerajaannya. Namun, setelah sampai di kerajaannya, hak pandawa tidak diberikan oleh  Duryodaya , dan bahkan dia berhasil untuk berperang. Demi kerajaannya para pandawa setuju peperangan tersebut.

Perang Bharatayudha

Dalam peperangan Bharatayudha (Kurukshetra), Arjuna berperang dengan kasatria terbaik dari pihak Kurawa, dan sudah banyak yang berhasil, bahkan Bisma (seorang guru pandawa).

Diawal-awal pertempuran, Arjuna masih terbayang-bayang terima kasih Bisma, jadi dia masih segan untuk membunuhnya. Hal tersebut, membuat Krisna marah, dan Arjuna akan meminta suatusaat nanti, dia meminta Bisma.

Pada pertempuran dihari ke-10, akhirnya Arjuna berhasil membunuh bisama, hal ini berhasil ia lakukan atas bantuan Srikandi. Ketika dihari ke-13 putra Abimanyu putra Arjuna gugur. Arjuna balas dendam untuk Jayadrata dan bertarung, karena dia telah memenangkan putra kesayanganny. Pertarungan ini diakhiri dengan bantuan Kresna .

Pertempuran dihari ke-17 Arjuna terlibat sengit melawan karna . Pada saat panah karna membidik kepala Arjuna, Keresna langsung pindah kereta arjuna ke tanah dengan kekuatannya, sehingga panah karna melesat dari kepala Arjuna. Saat Arjuna ingin menyerang karna lagi, kereta karna terprosot ke dalam lubang (karena kutukan).

Kemudian karna naik, dan naik kembali keretanya. Slaya adalah kereta kusi, ditolak untuk membantunya. Arjuna berhenti peperangan karena keretanya belum berhasil diangkat, hal itu belum disetujui etika dalam pertempuran.

Pada saat itu, Krisna mengingatkan kembali kepada anak-anak kesayangannya, yang terbunuh dalam keadaan tidak membawa senjata dan tanpa kereta. Karena, dilanda oleh pergolokan batin akhirnya Arjuna melepaskan panahnya ke kepala Karna, akhirnya karna mati (yang menyebabkan kematian karna).

Setelah Bharatayuddha telah berakhir, Yudistira ditunjuk sebagai Raja Kuru dengan pusat pemerintahan di Hastinapura.

Wayang Arjuna dan Srikandi (Kisah Wayang Jawa)

Gambar arjuna dan srikandi
Oleh: Pinterest.com

Srikandi merupakan anak dari Raja Drupada. Dahulu para dewa harus meminta bantuan. Terkait srikandi memiliki kekuatan seperti laki-laki, bahkan Srikandi belajar berperang dan memakai pakaian seperti laki-laki. Srikandi terkenal sebagai pemanah terhebat di kerajaan panchala.

Suatu hari, bertemu dengan Arjuna di suatu tempat. Karena ketampanan Arjunan, Srikandi sebagai wanita terpikat olehnya, namun dia memilih menjual mahal. Menantang Srikandi menantang Arjuna.

Srikandi akan menerima pinangan dari Arjuna, dengan persyaratan, jika ada perempuan yang berhasil dia memanah dan berperang. Akhirnya Arjuna mentransfer Larasati untuk mengalahkan Srikandi.

Akhirnya Srikandi kalah dan menikahlah Srikandi dengan Arjuna, yang juga berbagi cintanya dengan Larasati.

Ketika peperangan antara pandawa dan kurawa, Srikandi ikut serta dalam pertempuran, bahkan Srikandi menjadi pangklima perang.

Penutup – Wayang Arjuna

Demikian tentang wayang arjuna, yang dapat kami sajikan dengan lengkap, dan semoga menjadi referensi yang baik untuk Anda, dan semoga apa yang Anda cari tersedia di sini 🙂

Mohon maaf jika ada kesalahan dalam rapat, semoga bisa bertemu lagi di pertemuan  wayang semar 🙂

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *