Gambar wayang dan tulusan wayang semar

√Kisah Aneh Dibalik Wayang Semar, Harus Kamu Tahu |Lengkap!

Wayang Semar – Halo, sahabat mudahdicari.com, kali ini saya akan membahas tentang wayang semar, setelah kemarin kita membahas tentang wayang arjuna.

Wayang semar sudah populer di Indonesia sejak lama, khususnya di Pulau Jawa, dengan karakternya yang lucu dan mengurangi ketegangan penonton, wayang ini sangat digemari. Tapi tidak banyak yang mengerti betul tentang sejarah tokoh semar.

Maka disini akan kami ulas tentang, sejarah, watak, sifat, karakter, filosofi, asal usul, kesaktian semar wayang, hingga gambar wayang semar.

Wayang Semar

Gambar wayang semar
Oleh: Pinterest.com

Tokoh Semar, Siapakah Semar itu?

Semar mungkin tidak asing lagi bagi kita, karena tokoh wayang semar ini hadir dalam setiap acara atau cerita pewayangan. Tokoh wayang semar, bercampur tidak jelas laki-laki atau perempuan, dan memiliki badan yang gemuk.

Kalangan masyarakat Jawa, mengatakan wayang semar, bagikan wayang mitologi dan simboles ke Esaan. Ini adalah simbol pengejawatan koreksi, pandangan dan pemahaman tentang ketuhanan.

Sejarawan Sobirin , menyatakan bahwa Sang Hyang Wenang membuat Han-Tigo (terdiri dari telur). Kemudian Putihya jadi “Semar” cangkang menjadi “togog” sementara kuningnya menjadi “Batra Guru”.

Pelajari juga: Kumpulan cerita wayang bahasa jawa, paling lengkap.

Wayang Semar di Nusantara

Saat kerajaan islam mulai berkembang di Pulau Jawa, pewayangan atau wayang digunakan sebagai media dakwah. Salah satu wayang yang populer di kalangan masyarakat Jawa adalah kisah Mahabrata.

Ulama yang memanfaatkan wayang sebagai media dakwah adalah Sunan Kalijaga. Didalam dakwah Sunan Kalijaga, lebih mengutamakan menggunkan Semar, dibandingkan dengan Kisah Sudamala.

Pada era selanjutnya, semar semakin populer. Sementara para pujangga Jawa mulai mengisahkan Semar bukan dari rakyat jelata saja, melengkapi jelmaan dari Batra Ismam, dia adalah kakak dari Batra Guru (Rajanya para Dewa).

Masyarakat pada umumnya, mengenal Semar, anak dari Sang Hyang Wisesa, yang memiliki anugrah ” Mustika Mnik Astagina dan 8 daya”. Delapan daya itu diantaranya adalah:

  • Tidak pernah mengantuk
  • Tak pernah lapar
  • Tidak pernah jatuh cinta
  • Tak pernah sedih
  • Tidak pernah capek
  • Tak pernah sakit
  • Tidak pernah kepanasan
  • Dan tikdak pernah kedinginan

Watak Karakter Wayang Semar

Tokoh wayang ini, memiliki sifat atau karakter fisik yang sangat lucu, bahkan dapat dikatakan sangat aneh. Masarakat Jawa membuat Semar sebagai simbol kehidupan, karena karakter fisik yang cukup unik.

Dalam cerita pewayangan tokoh wayang semar, dalam karakternya mendapat peran terhormat, Semar sebagai pemenang dan asuh para kasatria. Watak tokoh semar dalam cerita pewayangan adalah:

  • Jujur
  • Sederhana
  • Berpengetahuan
  • Tulus
  • Ceridik
  • Cerdas
  • Mempunyai mata batin yang tajam

Semar digambarkan dengan fisik “wajah yang selalu riang dan senyum, tapi matanya sembab”, hal ini menggambarkan atau dapat dimaknai sebagai lambang suka dan duka. “Raut wajahnya yang tua, rambutnya yang kuncung (cenderung gaya anak kecil)” Menggambarkan sebagai lambang muda dan tua.

Semar ini “berjenis kelamin pria, namun memiliki payudara sepert wanita” Ini sebagai simbol laki-laki dan perempuan. Semar juga sebagai “penjelmaan Dewa, akan tetapi hidup sebagai rakyat jelata” Ini sebagai simbol atasan dan bawahan.

Sejarah Wayang Semar

Menurut sejarawan Prof.Dr.Slamet Muljana mengtakan Pertamakali Semar ditemukan dalam sebuah karya sastra di zaman majapahit dengan judul sudamala. Sudamala ini, berbentuk kakawinan dan sebuah relief dalam Candi Sukung dengan angka 1439 Masehi.

Dalam sastra sudamala menceritakan bahwa Semar adalah seorang hamba atau abdi dari tokoh untama cerita yakni “Sadewa dan Pandawa”. Semar dalam kisah sadewa, sebagai pengikut dan penghibur dalam suasana tegang.

 Ada banyak riwayat yang menceritakan asal-usul Semar, namun pada umumnya menceritakan “Semar adalah jelmaan seorang Dewa”.

Asal-Usul dan Kelahiran

Gambar wayang semar, kulit,
Oleh: Hipwallpaper.com

Ada banyak versi, yang menjelaskan tentang asal-usul tokoh semar. Ada banyak orang yang mengutip tokoh semar adalah penjelmaan dari dewa. Diantara penjelasannya sebagai berikut.

Naskah Pramayoga

Dalam naskah pramayoga diceritakan bahwa, Sanghyang Tunggal anak dari Shyang Wenang. Selanjutnya Sanghyang Tunggal menikah dengan Dewi Rakti, dia adalah seorang putiri dari raja jin kepiting dengan nama Sanghyang Yuyut.

Dari pernikahan Sanghyang Tunggal dan Dewi Rakti, lahirlah yang disebut dengan mustika, berwujud telur yang berubah menjadi dua orang anak laki-laki. Kemudian kedua anak ini bernama Manikmaya yang berkulit “putih” dan Ismaya yang berkulit “hitam”.

Sanghyang Tunggal tidak yakin untuk mengirimkan tahta kahyangan kepada Ismaya, karena dia selalu menolak. Akhirya tahta kayangan diwariskan ke Manik maya, dan kemudian disampaikan Batra Guru.

Sementara Ismaya berhak atas kedudukannya sebagai penguasa alam “Sunyaruri” (tempat tinggal golongan yang baik). Ismaya juga memiliki putra sulung yang bernama Batara Wungkuham. Kemudian Wungkuham memiliki anak bulat, yang bernama “Jangga Smarasanta” yang disingkat dengan “semar”.

Cucu Ismayah lah, yang menjadi pengasuh dari Btra Guru dengan nama, Resi Manumanasa, yang kemudian dikelola sampai anak cucunya.

Kesimpulannya adalah, Semar cucu dari Ismaya

Naskah Serat Kanda

Asal-usul wayang semar dalam serat kanda diceritakan. Ada yang memerintah kayangan yang bernama Sanghyang Nurrasa yang memiliki dua anak putra dengan nama Sanghyang Tunggal dan Sanghyang Wenang.

Tahta kayangan diwariskan untuk Sanghyang Wenang, karena Sanghyang Tunggal memiliki wajah yang buruk. Kemudian tahta kayangan diwariskan kepada putra Sanghyang Wenang yang bernama Batara Guru.

Tokoh wayang semar adalah Sanghyang Tunggal, yang pada akhirnya menjadi pembimbing para kasatria dari Batra Guru.

Naskah Purwacarita

Dalam tulisan purwacerita, Sanghyang Tunggal diterima Dewi Rekatawati, dia adalah putri dari Sanghyang Rekatama.

Dari pernikahan ini, lahirlah sebutir telur yang bercahaya. Karena kesal Sanghyang Tunggal membanting telur tersebut, kemudian pecah menjadi 3 bagian yakni (kuning telur, cangkang telur dan putih telur) yang kemudian menjelma jadi laki-laki.

  • Yang berasal dari kuning telur dinamakan “Manikmaya”
  • Berasal dari cangkang telur diberinama “Antaga”
  • Dan yang berasal dari putih telur bernama “Ismaya”

Pada suatu hari, Ismaya dan Antaga bertengkar untuk merebutkan tahta khayangan, pada akhirnya mengadakan sayembara untuk mengambil gunung.

Antaga berusaha untuk melahap gunung tersebut hanya dengan sekali telan, sehingga menyebabkan mulitnya robek dan lebar. Sedangkan Ismaya menggunakan cara, dengan dimakan sedikit demi sedikit, yang kahirnya tidak bisa dikeluarkan dari perutnya, sehingga tubuhnya menjadi bulat.

Sanghyang Tunggal, mengetahui kejadian tersebut akhirnya marah atas apa yang dilakukan anaknya tesebut, dan atas keserakahan mereka.

Akhirnya Manik mayalah yang diangkat menjadi Raja Khayangan dan bergelar Batra Guru. Sedangkan Ismaya dan Antaga diturunkan ke bumi, dan menggunkaan nama Semar dan Togog.

Naskah Purwakanda

Diceritakan dalam naskah Purwakanda, Sanghyang Tunggal memiliki 4 orang anak, yakni, Batra Manan, Batra Puguh, Batara Pungguh, dan Batara Sumba.

Tahta kayangan akan diserahkan kepada Batara Sumba, namun membuat ke-3 saudaranya yang notabennya sebagai kakak dari Batra Sumba, tidak terima. Akhirnya Batara Sumba diculik dan disiksa, bahkan dikeluarkan oleh ke-3 saudaranya itu.

Kemudian, Sanghyang Tunggal mengetahui kelakuan putranya, akhirnya ketiga putranya dikutuk menjadi buruk rupa.

Karena membantah, mereka diganti nama.

  • Batara Puguh diganti nama menjadi “Togong”
  • Pungguh diganti dengan nama “Semar”

Namun, Batara Manan mendapatkan pengampunan, karena dia hanya ikut-ikutan saja dengan kedua kakaknya. Batra Manan memiliki gelar “Batara Narada” yang diperoleh Batara Guru.

Pasangan Punakawan atau Punokawan

Gambar wayang, atau punokawan / punakawan semar
By: Google.com

Sebenarnya punokawan sudah muncul di setiam kisah pewayangan dari Jawa Tengah. Kemudian Semar selalu didampingi oleh anak-anak yang bernama

  • Gareng
  • Petrok
  • Bagong

Sebenarnya mereka bukan anak dari semar, melainkan:

  • Gareng anak dari pendeta yang sedang memperbaiki kutukan, yang kemudian dibebaskan oleh Semar.
  • Petruk anak dari seorang raja dari bangsa Gandharwa
  • Sementara Bagong bayangan dari semar, akibat sabda sakti dari Resi Manumasa.

Dari pewayang Sunda mengisahkan, bahwa urutan anak Semar yaitu Cepot, Dawala dan Gareng.

Namun, pewayangan dari Jawa Timur, Semar hanya didampingi oleh satu anak saja yang bernama Bagong, yang miliki anak dengan nama Besut.

Kesaktian Wayang Semar

Gambar wayang golek semar
By: Pinterest.com

Kesaktian Semar: Senjata Kentut 🙂

Tokoh wayang semar, meskipun hanya rakyat biasa dan mejadi seorang punakawan para raja dan kasatria. Semar mempunyai kesaktian melebihi rajanya para dewa (Batra Guru).

Semar selalu biasa mengatasi Batra guru, yang selalu mengganggu pandawa lima, saat dalam bimbingan Semar.

Senjata yang paling ampuh yang digunakan semar adalah senjata “kentut” Aneh bukan ? 🙂 Ketut ini berasal dari dalam dirinya sendiri, sehingga senjata kentut bersifat diri pribadi semar, dan bukan alat yang dibuat oleh manusia.

Senjata kentut tidak digunakan untuk membunuh, melainkan digunakan untuk “menyadarkan”.

Dalam suatu kisah senjata “kentut” digunkan untuk melawan Resi. Yang mana, tidak dapat dikalahkan oleh pandawa lima. Yang berakhir dengan tidak ada yang menang, dan tidak ada yang kalah, melainkan mereka sadar dan kembali dalam perwujudan semula.

Semar menggunkan senjata “kentut” ketika dia sudah tidak bisa mengatasi suatu masalah dengan senjata lain.

Kesaktian Semar Mesem Asil Menurut Islam

Semar mesem digunakan untuk ilmu ghaib, yang digunakan untuk memikat seseorang baik laki-laki maupun perempuan, supaya senang dengan pengguna semar mesem.

Semar mesem asli, dipercaya dapat memikat wanita yang seketika akan tertarik dan jatuh cinta kepadanya. Sehingga, semar mesem asli sangat terkenal di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Bahkan, sekarang sudah populer di wilayah-wilayah seperti

  • Sulawesi,
  • Klimantan,
  • Dan Sumatera.

Dalam menggunakan semar mesem ini, ada banyak versi diantaranya:

  • Ada yang menggunakan mantra ajian bacaan doa jawa
  • Melakukan ritual seperti, puasa, aji-aji benda pusaka (keris dan sebagainya)

Lalu bagaimana cara memikat seseorang menggunakan semar mesem munurut islam?

Dalam islam, hanya diajarkan supaya meminta hanya kepada Allah SWT. Seperti halnya dalam surat Al-Fatihah : 5

“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan”.

Jadi, jika kalian tertarik dengan seseorang, lebih baik langsung berdoa kepada Allah SWT. Jika tidak bisa dengan bahasa arab kalian bisa menggunakan bahasa jawa.

Yang terpenting jangan melakukan nazar, misalnya ” jika saya dengan si A maka saya akan berpuasa dll”. Kera hal ini adalah sifat “bakhil”.

Tikung aja di sepertiga malam 🙂

Filosofi Wayang Semar

Gambar vektor wayang semar
By: Pinterest.com

Pada setiap pementasan wayang semar. Semar selalu mengeluarkan kata-kata bijak yang sifatnya lebih ke umum, sehingga kata-kata bijak semar masih relavan (mudah diterima). Nah, berikut beberapa kutipan atau filosofi wayang semar.

Sura Dira Jaya Jayaningrat (Liburing Dening Pangastuti)

Wayang semar yang satu ini, dengan filosofi semua sifat “angkara murka, picik, keras hati” dapat dihilangkan dengan hanya bersikap “lembut hati, bijaksana, dan sabar”.

Diibaratkan “Api tidak akan bisa dipadamkan dengan api”. Jadi harus ada air yang bisa memadamkannya.

Begitu juga dengan sifat atau perbuatan buruk kita, harus kita rendam dengan sifat atau perbuatan baik seperti “rendah hati, bijaksana dan sabar”.

Urip Iku Urup

Apa itu urip iku urup? jika dalam filosofi wayang semar dalam bahasa Indonesia adalah “Hidup itu menghidupi”.

Jadi dalam hidup kita sebagai manusia harus bisa memberikan manfaat kepada orang lain, supaya hidup kita lebih berarti. Maka kita harus bermanfaat untuk orang di sekitar kita.

Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain.

Datan Sering Lamun Ketaman (Datang Susah Lmun Kelangan)

Kata bijak wayang semar ini, mempunyai makna “jangan bersedih ketika kita kehilangan sesuatu”. Karena semua yang ada di dunia ini hanya titipan, dan akan krmbali kepada-Nya. Inilah hakikat kehidupan yang sebenar-benarnya.

Filosofi semar jga dapat dilontarkan setiap kali mengawali dialog

  • “Mbregegeng, ugeng-ugeng, hmel-hmel, sak dulito langgeng”
  • yang bermakna bergrak, diam, makan, berusaha, walaupu sedikit, maka akan abadi.

Maksud dari kata-kata bijak semar yaitu 

  • Daripada diam (mbergegeng), lebih baik mencari untuk lepas (ugeng-ugeng), mencari makan (hmel-hmel), semakin sedikit (sak ndulit), akan tetap terasa abadi (langgeng).

FIlosofi ini, dilontarkan pada saat pementasan wayang, yang dilakukan saat akhir dan selesai cerita. Yang digunakan untuk pesan moral dan makna kehidupan.

Demikian ulasan tentang wayang semar, semoga bermanfaat dan menambah wawasan dan semoga apa yang kamu maksud ada di artikel ini. Semoga menjadi referensi yang bagus untuk Anda 🙂

Mohon maaf jika ada tulisan yang tidak bisa dibahas. Jangan bosan-bosan bertemu dengan mudahdicari 🙂

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *